Feb 29, 2012

Not Fanatic, Just Loyal (Manchester United Fans)

Menjadi fans sebuah klub bukan sebuah cita-cita, tapi merupakan takdir yang tidak bisa dilepaskan dari diri masing-masing. Loh? Kenapa saya bilang takdir? Karena semua orang tidak pernah tau sejak lahir klub apa yang akan disukai oleh mereka, meski (terkadang) dari kecil sudah didoktrin oleh orang tua untuk menyukai tim kesayangan orang tuanya. Ketika bertambah usia, semakin banyaknya informasi yang mereka terima, bisa saja mereka mengubah pandangan akan doktrinasi orang tua mereka. Bisa saja setelah mengetahui informasi tentang tim tertentu, mereka akan berbeda tim favoritnya. Tokh, itu bukan masalah kan? Berbeda itu bukan berarti permusuhan dan perpecahan!

Seperti saya, sejak kecil saya tidak pernah "didoktrin" untuk menyukai satu tim tertentu, tapi semenjak SMP entah kenapa saya senang dengan satu tim asal Inggris, MANCHESTER UNITED. Semenjak (dulu) punya jerseynya yang abal-abal, saya tetap setia kepada satu tim tersebut, entah kenapa tidak pernah mencoba untuk "menyukai" tim yang lain. Bahkan tim negara favorit pun tidak ada. Dulu sempet jadi glory hunter ketika Brasil juara dunia pada tahun 94, tapi entah kenapa saya lebih menjagokan Italia sebagai juara dunia. Nah, itulah bedanya fans karbitan, fans glory hunter, dengan fans sejati. Fans karbitan akan selalu berganti-ganti tim favoritnya, mengikuti "kata hatinya" atau bahkan karena tim tersebut kalah lalu diolok-olok dan berpindah kepada tim yang menang, meskipun tidak dan/atau akan menjadi juara. Sedangkan glory hunter akan selalu mencari tim pemenang yang memenangkan piala atau menjadi juara suatu liga atau kompetisi tertentu, kalo besok-besok mereka bukan pemenang, fans tipe ini akan mencari lagi pemenang baru berikutnya. Fans sejati, ya inilah fans setia, menang atau kalah tim yang sama akan selalu didukung dan tidak akan ditinggalkan. Juara atau tidak, dapat trofi atau tidak, menang atau kalah, tetap selalu didukung sampai kapanpun.
Meskipun kritik & rasa jengah selalu ada untuk kebaikan tim, meskipun timnya tidak "mendengar" masukan dari para fans, tapi tidak untuk mengolok-olok, menghina & mengejek. Kalah itu wajar, menang itu bonus, selama secara kualitas permainannya bagus dan konsisten. Buat saya menjadi fans sejati tidak harus mengetahui segalanya tentang tim tersebut, melainkan bagaimana kita bisa memberikan dukungan agar tim tersebut dapat memberikan yang terbaik dan menjadi yang terbaik. Salah kaprah sering membayangi fans sejati suatu tim, bahwa mereka harus tau secara detil mengenai suatu tim, mulai dari sejarah (secara detil), anggota tim (secara detil), dan segalanya (secara detil). Padahal tidak perlu secara detil, setidaknya "cukup tahu saja". Mungkin bagi fans yang fanatik bisa jadi demikian, tetapi buat saya fans sejati "cukup tahu saja", karena kalo secara detil bisa saja saya tinggal browsing di internet, buka google atau wikipedia, disana ada kok info lengkapnya. Hehehe...


Lalu apa hubungannya dengan MANCHESTER UNITED? Manchester United adalah sebuah klub yang berdiri sejak 1878, dulu namanya Newton Heath LYR. Perusahaan kereta api yang membuat sebuah tim sepakbola untuk ikut kompetisi sepakbola di tanah Britania. Tahun 1902, nama Newton Heath berubah menjadi Manchester United. Manchester United atau Man Utd atau Man United atau MU, merupakan tim besar yang sangat kuat pada perjalanan sejarahnya. Selain itu raihan gelar yang dimiliki sudah cukup banyak, terutama saat dilatih oleh Sir Alex Ferguson. 19 trofi piala liga Inggris (terakhir tahun 2010). 11 trofi piala FA (terakhir tahun 2004). 3 trofi Liga Champions Eropa (terakhir tahun 2008). 4 trofi piala liga (terakhir tahun 2010). 1 trofi piala winners (tahun 1991). Selain Sir Alex Ryan Giggs & Paul Scholes adalah dua pemain yang hingga saat ini masih bertahan membela panji Red Devils, meskipun mereka sudah tidak muda lagi, tapi semangat mereka masih seperti saat mereka di usia 20 tahun. Sejarah tim pun ada masa kelamnya, terutama kejadian tragedi Munich tahun 1958, selain itu pernah jatuh terdegradasi ke divisi dua. Namun mereka mampu bangkit dan kembali ke divisi satu.


Lalu apa yang membuat saya menyukai MANCHESTER UNITED? Their history, their manager, their silverware, and their team. Banyak yang mengolok Manchester United, tapi slogan yang bikin saya semakin loyal adalah "our history makes us strong, your hate makes us stronger!", selain itu saya belum menemukan seorang manager yang mendedikasikan 1/4 abad masa hidupnya untuk mengabdi pada satu tim, dan itu yang saya temukan pada Sir Alex Ferguson yang menjadi manager tim sejak tahun 1986. Sedangkan manager yang lain silih berganti, dipecat atau berhenti sendiri, hanya karena tim tersebut kalah berturut-turut atau tidak mampu memenuhi target untuk meraih gelar apapun. Lalu jumlah trofi yang diperoleh lebih mumpuni dari tim Inggris lainnya, meskipun masih kalah torehan piala liga champions dari tim Merseyside. Tapi setidaknya "kami" masih berjuang! Dan semangat dari tim untuk memperbanyak silverware pun masih sangat tinggi.


Tidak hanya tim yang menjadi favorit saya, mengoleksi jersey tim pun menjadi hobi saya untuk menunjukkan "loyalitas" pada tim favorit saya. Untuk mulai mengoleksi memang belum lama, sejak 2008 saya mulai mengoleksi satu persatu, mulai musim Premier League bergulir hingga tahun 2010 (yang terbaru belum, nunggu diskonan soalnya, hehehe...). Buat saya totalitas "loyalitas" pada satu tim itu adalah hal yang sangat sulit, terkadang godaan karena banyak tim (yang diatas kertas) jauh lebih baik dari tim favorit saya. Kacamata kuda dipasang, jadi pandangan hanya terarah pada satu tim, hehehe... Begitu juga saat mulai mengoleksi jersey tim kesayangan, banyak yang bagus dan ciamik, tapi saya tetep setia pada genre. Mungkin bagi yang fanatik (apalagi punya "kelebihan" duit) bisa saja mengkoleksi sampai yang versi dipakai oleh pemainnya, atau koleksi khusus, bagi saya cukup yang replika saja. Yang penting saya bangga saat memakainya, meskipun sering mendengar celetukan saat kalah, atau gagal pada saat final, dan lain sebagainya, who cares!! Meskipun bukan seorang yang fanatik tapi saya berusaha untuk menjadi seorang fans yang setia. GLORY GLORY MAN UNITED!!

Feb 23, 2012

The birth of my "soul"...

Hari Senin 31 Oktober 2011, malam cukup senyap dan dingin. Waktu menunjukkan pukul 10 malam, semakin lama semakin sepi dan sunyi. Cuma ditemani seorang satpam dan televisi 32inch di tengah ruang tunggu. Ada satu/dua orang yang sudah tertidur lelap dan pulas (sambil ngorok) di bangku ruang tunggu. Karena cukup mengganggu, saya tidak betah berada di ruang tunggu, mendingan keluar sambil cari cemilan dan segelas kopi. Ternyata menunggu itu pekerjaan yang menyenangkan. Sudah bolak balik ke ruang tunggu & mobil, lalu keluar mencari makan, kembali lagi ke ruang tunggu & mobil, mencari segelas kopi, balik lagi ke ruang tunggu & mobil, capek tiba2 bisa bikin ketiduran karena bosan....
Hari Selasa 1 November 2011, subuh itu merupakan hari yg cukup memilukan bagi mataku. Perih, karena kekurangan tidur. Harap-harap cemas menanti. Tapi entah kenapa rasa tenang itu lebih menyelimuti pikiranku, karena ogah untuk berpikir yg "macam-macam", jadi lebih baik kalem saja. Setelah sholat subuh, bergegas menuju kamar untuk sekadar "mandi bebek", daripada bau badan. Pukul 7 sang istri tercinta dibawa ke ruang operasi. Sudah tidak merasa dag-dig-dug lagi, karena sudah pernah mengalami keadaan seperti ini sewaktu kelahiran anak pertama. Saya cuma bisa membuat istri saya tenang, karena saya berusaha tenang, jika saya tegang bisa-bisa kami ijin ke kamar mandi dulu... oops hehehe... Saya cuma bisa berdoa dan meminta istri saya banyak berdoa dalam hati, semoga semuanya lancar.
Pukul 7.15... Ruang operasi mulai dipenuhi dengan beberapa pasien yang juga akan melakukan operasi yang paling menakjubkan di jagat ini. Coba bayangkan, mengeluarkan sebentuk wujud manusia dari dalam perut... Subhanallah...
Pukul 7.18... Istri tercinta mulai dibawa ke ruang operasi, tapi sebelumnya menunggu diluar ruang operasi, karena petugas sedang membersihkan ruang operasi yang habis dipakai untuk melakukan operasi sebelumnya. Lama-kelamaan ruang tunggu operasi semakin penuh dan gaduh (karena suara bayi yang menangis). Saya tidak melihat kedatangan sang dokter kandungan kami, lalu saya berkata pada istri saya, "jangan mau dioperasi kalo dokternya belum datang! Keluar aja lagi..."
Pukul 7.20... Istri saya masuk ke ruang operasi, dan saya, kembali keluar dari ruang tunggu operasi. Menunggu dipanggil di ruang tunggu pengunjung. Untung saja yang semalam tidur sudah pada bangun, kalau tidak saya akan mendengar simphony beethoven no.9 alias n9orokk. Sekali lagi, tidak ada rasa cemas, karena saya cuma mau rasa tenang, tapi kenapa tidak bisa konsen nonton tv?? Akhirnya saya keluar cari sarapan dan kopi, untuk disiram ke mata saya, supaya segar.
Pukul 7.39... Saya dipanggil ke dalam kamar operasi karena istri saya sudah melahirkan. Alhamdulillah... Allah masih sayang pada kami dan mempercayai kami, sehingga Dia menitipkan kembali seorang anak pada kami. Putih, cantik, suci, itulah anak perempuan kami. Dan saya pun mengazaninya melalui pengeras suara ciptaan Allah (baca:mulut). Setelah azan, lalu iqomat. Dan alhasil istri saya masih tetap menggigil (loh apa hubungannya??), padahal ruang tunggu operasi nggak dingin-dingin amat. Kecupan hangat pun menyambangi dahi istri saya (sebelum masuk ruang operasi pun demikian). Dan berkatalah saya kepada istri saya agar mengucap hamdalah karena semua berjalan dengan lancar, semua berkat Allah (dan para tim dokter tentunya).
Pukul 8.00... Semua sudah dicatat oleh suster, kelahiran secara "tidak normal" (baca:caesar) istri saya pun berhasil. Berat 3,2kg dengan panjang 60cm, semua kondisi anak perempuan saya normal dan sehat. Dokter kandungan pun menyambangi kami dan mengucapkan selamat. Saya cuma berkata, "terima kasih...", kita tidak mengetahui bagaimana 'bentuk' tangan Allah, tapi Dia "menitipkan" tangannya pada dokter kandungan kami. Mukjizat-Nya adalah segala keajaiban yang telah terjadi semenjak anak kami dari seonggok sperma & ovum, hingga menjadi sesosok manusia utuh yang terlahir dengan bentuk yang "sempurna" dan wujud yang "bagus".
Pukul 8.10... Setelah dibersihkan, anak kami dibawa kepada ibunya. Untuk mulai melakukan yang namanya 'petting' (atau mengenyot puting). Meskipun belum keluar sempurna ASI-nya, namun hal demikian harus terus dilakukan agar ASI yang keluar semakin banyak, karena dirangsang oleh kenyotan sang anak. Tak lama kemudian datanglah sebonggol guci dari tanah liat, yang didalamnya ada ari-ari anak saya.
Demikianlah kira-kira, detik-detik persalinan yang dialami saya dan istri saya (maksudnya). Kurang lebihnya hanya waktu yang tau, karena saya tidak hapal sequence tiap detik atau menitnya. Tapi kemudian, kami membisikkan nama yang sudah disiapkan sebelumnya kepada anak kami, "TIARA ANGELITA FIZAHIYYAH APRIYANTO", namun nama ini berubah karena pada beberapa hari berikutnya kakek buyutnya agak sulit untuk mengucap namanya. Seharusnya namanya dibunyikan seperti 'en.jel' tapi kakek buyutnya memanggil namanya 'a.ngel' yang dalam bahasa jawa artinya 'susah'. Dari sinilah saya menyalakan komputer dan mencari sebuah nama yang 'lebih baik'. Karena ditakutkan, kalau namanya 'a.ngel' akan berpengaruh pada kehidupan selanjutnya. Padahal kalo dibacanya 'en.jel' itu artinya 'malaikat'. Tapi entah kenapa saya harus merubah nama itu. Dan pada akhirnya saya menemukan sebuah nama yg berasal dari bahasa Yunani, 'al.ma', yang artinya 'jiwa'. Hal ini menjadi pilihan karena ia merupakan bagian 'jiwa' dari keluarga kecil kami. Dan akhirnya nama anak kami menjadi "TIARA ALMALITA FIZAHIYYAH APRIYANTO".
Ada cerita menarik saat anak kami "divonis" oleh dokter anak karena kadar bilirubinnya tinggi. Anak kami dianggap 'kuning'. Namun jika menuruti kadar takaran yang normal, anak kami masih dibawah ambang batas. Namun sang dokter anak agak mendesak anak kami untuk dirawat kembali untuk mendapatkan terapi sinar UV. Padahal sebenarnya sinar UV itu bisa didapat dari sinar matahari. Karena sang dokter mencoba menghubung-hubungkan dengan cuaca, yang pada saat itu jarang muncul matahari, jadi agak menakut-nakuti kami akan keadaan anak kami kedepannya. Saya, yang orang awam di bidang kedokteran, tadinya akan menuruti saja jika memang harus dirawat lagi untuk mendapatkan terapi sinar UV. Tapi ada satu pernyataan sang dokter yang langsung membuat saya berkata "TIDAK!" (pada korupsi... loh...). Sang dokter berkata kalau cuaca lagi tidak menentu, dan mana bisa kami 'menjemur' anak untuk mendapatkan sinar matahari kalau cuaca selalu mendung di pagi hari, dan, terapi sinar UV itu lampunya sudah disesuaikan seperti sinar matahari, jadi daripada "kenapa-kenapa" lebih baik disinar saja. Eng ing eng... loh kok jadi mendahului Allah?? Juga karena pernyataannya yang berubah soal 'ambang batas', dan telat memberitahu hasil pengecekan bilirubin (yang seharusnya sekitar jam 10/11 tapi diberitahu sekitar jam 4/5 sore), akhirnya saya menolak, dan "meminta" agar dipulangkan keesokan harinya!
Dan keesokan harinya kami pulang ke rumah, dan berharap kesokan harinya (lagi) Allah memberikan sinar matahari untuk "dimandikan" kepada anak kami. Dan Allah mengabulkannya. Jangan sekali-sekali kita meremehkan kuasa dan segala ciptaan-Nya, karena kita tidak pernah tahu 'mukjizat' kecil yang mungkin diberikan-Nya pada kita umat manusia. Meskipun ada sebagian Anda yang berbeda iman, tapi yakin 'mukjizat' kecil dari Tuhan itu ada, tetaplah mensyukuri segala apapun yang diberikan-Nya. Dengan bersyukur kita akan memiliki rasa ikhlas atas apa yang akan terjadi di kemudian hari. Karena jika Tuhan sudah berkehendak, maka akan terjadi!
Kalau mengenai masalah medis, bisa saja share atau mencari informasi di internet. Dunia ini semakin canggih, meskipun terkadang kita tidak harus selalu memanfaatkannya (seperti terapi sinar UV itu). Cara lain bisa juga dengan mencari second opinion dari pihak lain (dokter yang lebih ahli misalnya). Kalau diam saja, kita akan menjadi kambing congek dan menuruti segala kehendak orang lain, karena kita tidak memiliki informasi dan pengetahuannya. Maka dari itu, terkadang berbagi itu sangat diperlukan, selain mendapatkan informasi yang lebih banyak kita juga akan membuat keputusan dengan 'tidak terpaksa'.
Sekarang usia anak kami sudah hampir 4bulan. Tidak terasa... Alhamdulillah sekarang sehat & semoga seterusnya demikian. Semoga doa orang banyak (agar anak kami menjadi anak yang dicukupkan rejekinya, yang solehah & berbakti pada orang tua, keluarga & bangsa) bisa terkabul dan terwujud. Bersyukur dan berterima kasih ALLAH, atas segalanya.